Thursday, September 15, 2011

Golden Protector Manulife

Golden Protector ManulifeGolden Protector dari Manulife Financial baru diluncurkan pada bulan Agustus 2010, tapi baru bisa dijual di bulan November 2010. Program ini dasarnya adalah asuransi kecelakaan, bukan asuransi jiwa murni seperti biasanya. Tujuan dan manfaat utama dari program ini adalah pembayaran tunai di masa pensiun.

Program ini bukanlah pengganti dari Program Dana Pensiun sebelumnya yang bernama Pro Dana Plus, melainkan produk varian baru dari Manulife. Hemmm.. yang paling menarik dari GOLDEN PROTECTOR MANULIFE adalah sisi GUARANTEED ISSUED dari program ini.

Apakah itu Guaranteed Issued?
Polis ini sifatnya non medical test, berapa pun Uang Pertanggungan yang Anda Pilih, langsung diterima oleh Manulife tanpa pertanyaan apapun juga.

Program Pensiun dengan Guaranteed Issued dan memberikan Pembayaran Manfaat Usia Mapan. Pembayaran Tunai Tiap Tahun Polis sampai dengan Tertanggung mencapai usia 69 tahun, ditambah dengan Survival Bonus pada setiap Pembayaran Tunai dan Terminal Bonus pada Akhir Masa Pertanggungan pada usia 70 tahun, sebagai tambahan dari Pembayaran Tunai Tersebut.

Untuk memahami singkatnya:
Pembayaran Tunai dibayar pada usia mapan sejumlah 50% dari UP.
Pembayaran Tunai tiap tahun sebesar 10% dari UP.
Pembayaran Tunai di akhir kontrak, usia 70 tahun.

BONUS yang Tersedia
- SURVIVAL BONUS (tambahan 5% UP pada Santunan Tahunan)
- TERMINAL BONUS (DI akhir kontrak)

Anda menabung di Golden Protector setiap tahun, dan tabungannya akan keluar di tahun2 sesuai kontrak.


Golden Protector bisa menentukan sendiri
1. MASA PEMBAYARAN PREMI
2. USIA MAPAN

Masa Pembayaran Premi yang tersedia
- 5 tahun
- 10 tahun
- 15 tahun
- 20 tahun

Usia Mapan yang Tersedia
- 40 tahun
- 45 tahun
- 50 tahun
- 55 tahun
- 60 tahun

Minimum uang Pertanggungan adalah Rp 200.000.000 atau US$ 15.000

Manfaat Meninggal
Apabila Klien meninggal dalam masa pembayaran premi, dan telah melewati 2 tahun, maka pihak perusahaan asuransi akan MEMBEBASKAN PEMBAYARAN PREMI.

Dalam kalimat di atas yang diambil dari brosur Golden Protector, artinya, kalau klien meninggal, ahli waris tidak usah bayar premi lagi, tapi tidak dapat Santunan Kematian. Dan semua Pembayaran Tunai di usia mapan dan santunan hari tua di setiap tahunnya, akan diberikan kepada ahli waris sesuai kontrak.

Kalau meninggalnya sebelum 2 tahun usia polis, PREMI DIKEMBALIKAN UTUH!! Tidak dipotong apapun, dan kontraknya habis, tidak akan ada pembayaran tunai di usia mapan dan santunan tahunan.

Santunan Kematian dari program ini, hanya diberikan untuk meninggal karena kecelakaan. Diberikan sebesar 100% Uang Pertanggungan, Walaupun usia polis belum 2 tahun.

Kalau klien meninggal karena sakit, artinya tidak akan ada santunan kematian, hanya ada fasilitas bebas pembayaran premi.

Karena saya pernah menawarkan kepada seorang rekan, maka kami ada tanya jawab yang cukup membuat saya terpana, karena dia sangat kritis dalam memilih program yang tepat sesuai dengan umurnya yang 25 tahun.

Berikut rangkuman tanya jawab kami:

Pertanyaan Klien:
Pertanyaan ini, tujuannya untuk menentukan TIMING MASUK yang paling OPTIMUM. Sehingga bisa jd bahan pertimbangan saya mending masuk di usia 25, atau mending dananya di invest dulu di tempat lain. (memang dengan catatan sich umur orang siapa yg tau.. kebanyakan agen asuransi pasti menyarankan lbh cepat lbh baik) tapi kalo seperti unit link, tyt ga tll significant bedanya ikut umur 25 atau 30 thn, ya mending uangnya saya alokasikan di bisnis / investasi lain atau ikutan beberapa asuransi jenis lain (term life misalnya).. Semoga pertanyaan saya bisa dimengerti ya, mbak... hehehehe...

Jawaban :
aku jujur aja, blum sempet ngitung smuanya jadi blum lihat mana yang paling optimum mendapat hasilnya. sesuai dengan bonusnya, aku hanya menganalisa secara cepat.. kalau masih salah, tolong dimaafkan.. :)

jadi begini,
1.usia mapan yang paling maksimum untuk mendapatkan seluruh bonus adalah 40 tahun.
Tapi dengan begitu, akan berpengaruh terhadap besar premi tahunan, jadinya usia masuk 25 tahun juga gak efektif kalau mengambil yang 40 tahun.

2.masa pembayaran paling menguntungkan adalah 5 tahun.
dengan sedikitnya masa pembayaran, TOTAL PREMI yang dibayarkan semakin sedikit.

Tapi kita jadi kehilangan KEUNTUNGAN dari perlindungan di masa pembayaran.

3.usia masuk yang menguntungkan adalah semakin muda, maka premi semakin murah. Tapi kerugiannya: nunggu dapat uangnya kelamaan euy!

Rangkuman dari ketiga keuntungan di atas, kita ambil jalan tengah
Usia Mapan diambil yang 50 atau 55, karena usia pensiun yang wajar di tahun itu.

Masa Pembayaran diambil yang 15 sampai 20 tahun, dengan begitu premi menjadi kecil dan mendapat perlindungan masa pembayaran.

Usia masuk diambil di bawah 30tahun, karena kalau sudah di atas 30 tahun preminya jadi lebih mahal.

oh iya, ini pendapat pribadi ya,
aku lebih suka perlindungan di masa pembayaran. Berarti kita nabung selama 15 tahun atau 20 tahun, tapi kalau terjadi apa-apa terhadap klien, maka BEBAS PREMI dan keluarga tetap dapat hasil tabungan kita..

kalau usia masuk sudah di atas 35 tahun, maka masa pembayaran jadi lebih pendek, jadi teman-teman yang telat menabung tidak bisa mengambil keuntungan dari masa pembayaran premi.

Nih, dengan semakin muda usia masuk, maka premi bisa ditekan, dan UP bisa maksimal! keren doong.

--- selesai tanya jawab ---

Jadi begitu pemahaman saya mengenai produk Golden Protector ini, bisa dilihat fungsinya sebagai menabung saja. Karena produk ini ditempel ke dalam asuransi kecelakaan dan bukan asuransi jiwa, jadi tidak bisa diharapkan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwanya.

okey, sekarang simulasi.

tes-tes.. masih tune-in kan?

Ini ada Alex usia 31 tahun, saya buatkan rangkuman proposal Golden Protector dengan Usia Mapan 55, Masa Pembayaran Premi 20 tahun, dan tentunya UP Rp 200juta.

USIA MASUK 31
PREMI PER TAHUN 9,905,700
MASA PEMBAYARAN 20
TOTAL PREMI YANG DIBAYAR 198,114,000
UANG PERTANGGUNGAN 200,000,000
USIA MAPAN 55
PEMBAYARAN TUNAI
USIA MAPAN 55 TAHUN 100,000,000
SANTUNAN PER TAHUN 20,000,000
USIA 56TH S.D. 69 TH 14
TOTAL SANTUNAN TAHUNAN 280,000,000
BONUS SANTUNAN PER TAHUN 10,000,000
USIA 56TH S.D. 69 TH 14
TOTAL BONUS TAHUNAN 140,000,000
TOTAL PEMBAYARAN TUNAI SELAMA KONTRAK 520,000,000
BONUS: ASURANSI KECELAKAAN SELAMA KONTRAK MENINGGAL SEBELUM USIA 70 200,000,000
BONUS PEMBAYARAN TUNAI USIA 70TH 259,000,000

Bagaimana menurut Anda?
menarik dong program ini. Alex hanya menabung Rp 200juta, dan dia bisa menikmati hasil tabungan ini sampai Rp 520juta.

suit-suit!

menabungnya sih bikin stress, yaitu selama 20 tahun! tapi hasilnya bikin puas hati Alex. Karena, kalau dia hidup sampai umur 70 tahun, berarti ada bonus tambahan Rp 259 juta dari Manulife.

okey, terlalu banyak ketak-ketik bikin Anda bingung, kalau memang berminat, hayuk kita coba hitung preminya

- Nama
- Tgl Lahir
- Status merokok
- Uang Pertanggungan (minimum Rp 200juta)
- Usia Mapan (40, 45, 50, 55, 60)
- Masa Pembayaran (5, 10, 15, 20)

Sunday, September 11, 2011

ProHealth Jamin Hingga Usia 99 Tahun

ProHealth Jamin Hingga Usia 99 Tahun
Asuransi kesehatan ProHealth menawarkan perlindungan nasabah hingga usia 99 tahun untuk semua penyakit kritis. Dengan harga premi yang tetap, produk Manulife Indonesia ini mengganti biaya rawat inap akibat kecelakaan, serta penyakit kritis. Selain memberikan manfaat asuransi jiwa, ProHealth juga menanggung biaya medis seperti bedah, rawat jalan, dan ambulans.

"Produk Terbaru Manulife ProHealthmemastikan perlindungan asuransi yang dapat mencukupi biaya medis jangka panjang yang tidak terduga. Asuransi ini sama pentingnya dengan menabung dan berinvestasi untuk merencanakan keuangan masa depan,” kata Executive Vice President & Chief Agency Officer Manulife Indonesia Prem Thuraisingam di Jakarta, Rabu (27/7).

Menurut Prem, tren harapan hidup orang Indonesia semakin meningkat. Tetapi di sisi lain, mengutip studi Organisasi Kesehatan Dunia, tinfgkat pengeluaran kesehatan per kapita di Indonesia meningkat tajam sebesar 54 persen sejak tahun 2004 hingga 2010. Sebagian besar orang yang meninggal di Indonesia, kebanyakan karena menderita penyakit kritis.

“Asuransi kesehatan menjadi penting karena kenaikan biaya kesehatan per tahun mencapai angka sekitar 12 persen, sedangkan kenaikan pendapatan hanya enam persen per tahun. Ada kesenjangan besar yang harus ditutup. Untuk konsumen usia 30 sampai 35 tahun dan tidak merokok, polis ProHealth bisa didapat dengan premi sekitar lima juta rupiah per tahun,” tambahnya.

ProHealth menawarkan juga manfaat seperti peningkatan jumlah uang pertanggungan secara otomatis jika tertanggung mencapai usia 75 tahun. Produk ini tersedia untuk usia nasabah 18 tahun sampai 55 tahun. Masa pembayaran premi dilakukan hingga usia 70 tahun. Pembayaran premi dapat dilakukan secara bulanan atau tahunan.

“ProHealth merupakan produk yang berorientasi ke depan. Produk ini akan didistribusikan lewat agen dan bank-bank mitra Manulife,” kata CEO & President Director Manulife Indonesia Alan Merten.

Lebih jauh, Vice President Director anda Chief Operating Officer Manulife Indonesia Nelly Husnayati menambahkan calon nasabah tidak perlu menjalani pemeriksaan medis, kecuali memiliki riwayat kesehatan khusus. Klaim asuransi dapat diajukan setelah masa dua bulan polis ditandatangani. Nilai pertanggungan disesuaikan dengan harga premi yang dibayar.

Meskipun ProHealth menyebutkan jaminan klaim sejumlah biaya medis, calon konsumen harus lebih hati-hati membaca klausul. Konsumen harus mengetahui benar nilai uang pertanggungan awal yang disepakati. Pasalnya, sejumlah manfaat ProHealth seperti biaya rawat inap harian, biaya penyakit kritis, biaya obat resep, atau biaya pembedahan bertolak dari nilai uang pertanggung awal ini. Sebut saja, biaya rawat inap harian per hari dan biaya penyakit kritis sebesar maksimum 0,125 persen dari uang pertanggungan awal. Demikian pula dengan biaya obat pembedahan yang hanya ditanggung maksimum 5 persen dari uang pertanggungan awal.

Saturday, September 10, 2011

Koreksi indeks menekan Reksadana Syariah

Koreksi indeks menekan Reksadana SyariahPelemahan pasar saham domestik turut menggerus kinerja reksadana saham berbasis syariah. Tapi ada pula reksadana saham syariah yang memberikan imbali hasil atau return menarik, bahkan melampaui kinerja indeks saham syariah.

Salah satu reksadana saham syariah yang memberikan imbal hasil bagus adalah TRIM Syariah Saham. Imbal hasil TRIM Syariah Saham sepanjang Januari hingga Jumat (12/8) lalu sebesar 5,76%," ujar Fajar Hidayat, Direktur Trimegah Asset Management, pengelola produk tersebut.

TRIM Syariah Saham merupakan reksadana syariah yang portofolio investasinya adalah saham-saham syariah atau yang masuk Jakarta Islamic Index (JII) dan Daftar Efek Syariah (DES).

Imbal hasil TRIM Syariah Saham bahkan melampaui kinerja JII. Indeks acuan saham syariah ini hanya mencatatkan return 0,65%, terhitung sejak awal tahun hingga Jumat pekan lalu.

Alhasil, TRIM Syariah Saham besutan Trimegah Asset Management mencatatkan return tertinggi diantara reksadana saham syariah. Posisi kedua ditempati Fortis Pesona Amanah dengan imbal hasil sebesar 2,69%.

Sedangkan reksadana saham syariah yang lain, seperti Manulife Sektoral Syariah Amanah, Mandiri Investa Atraktif Syariah dan Mega Dana Saham Syariah memiliki return negatif.

Presiden Direktur Manulife Asset Management, Legowo Kusumonegoro, mengakui kinerja reksadana saham syariah milik Manulife terkena imbas volatilitas pasar saham yang terjadi sepanjang tahun ini. Kendati demikian, dalam kurun satu tahun terakhir, Manulife Sektoral Syariah Amanah (MSSA) mencatatkan return positif. "Peforma setahun MSSA sebesar 14,02%," ujar Legowo.

Secara umum, investasi di instrumen saham masih menarik karena berpotensi menghasilkan return cukup tinggi dalam jangka panjang. Begitu pula reksadana sahamberbasis syariah. Tapi dalam jangka pendek, menurut Legowo, hal itu masih terpengaruh volatilitas pasar. Saat ini, reksadana syariah semata wayang Manulife itu mengelola dana senilai Rp 450 miliar.